Selasa, 13 Juli 2010 01.14
OWL Ramuan
"Ryan, Charlotte."Satu yang ia benci dari OWL adalah kenyataan bahwa ia selalu dipanggil paling pertama... padahal surnamenya dari 'R'
Entah hari ke berapa pelaksanaan ujian, yang pasti Charlotte Demelza Ryan langsung mendesah kesal ketika lagi-lagi namanya dipanggil di empat urutan pertama peserta ujian Ramuan, gadis yang sedang bersandar malas di dinding koridor bawah tanah itu langsung melangkah lesu ke kelas berpenerangan minim yang selama ini jadi tempat belajar ramuannya. Setelah beberapa hari lalu Mantra menjadi ujian pertama yang dijalaninya, dan ia siswa pertama di tahunnya yang mengikuti Ordinary Wizardy Level, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dan kini Ramuan mengharuskannya ujian lebih dulu dari teman-temannya yang lain. Setidaknya sejauh ini dia belum gagal di mata pelajaran apapun. Meski PTIH membuat pergelangan kakinya lecet dan jalannya jadi sedikit pincang, satu Grindylow berhasil diangkatnya naik ke permukaan. Ujian mantranya pun tak buruk-buruk amat.
Ramuan dinilai Charlotte sebagai mata pelajaran beresiko rendah—tak ada monster berbahaya yang harus dihadapinya di kelas ini—tapi prosentase kegagalannya begitu tinggi. Lima tahun ia bersekolah di Sekolah Sihir Hogwarts, hanya beberapa kali ramuannya berhasil. Keenceran, warna tak sesuai, bahkan mengeluarkan bau busuk. Charlotte pintar memasak, tapi tidak dengan mengolah ramuan. Biasanya ia membiarkan saja ramuan-ramuannya gagal karena tak sedikit pun minatnya pada cairan berkekuatan sihir itu, tapi ujian tak bisa disepelekan. Prefek Charlotte Ryan tinggal kelas karena gagal OWL mantra—ha! Ia tak mau mengubur keinginannya menjadi Unspeakable hanya karena gagal dalam satu ujian, jadi ia harus berhasil.
Bola mata beriris cokelat terangnya bergulir lambat ketika pengawas ujian membacakan instruksi tentang apa yang harus mereka lakukan, sama sekali tak dibutuhkan tongkat. Charlotte menyelipkan tongkat sihirnya ke balik jubah sementara mereka berjalan menuju meja masing-masing; instrusinya adalah mengidentifikasi bahan dan membuat ramuan, lalu menuliskan laporan dari ramuan yang mereka buat. Tak terlalu sulit, gadis itu membatin dalam hati, mendekati meja ketiga dengan tak terburu-buru.
Ia meletakkan kedua tangannya di atas tekstur dingin kayu meja. Menyisirkan pandangannya dan tanpa suara menggumamkan bahan-bahan apa saja yang dilihatnya. Sneezewort, Scurvygrass, Lobak, Hati buaya—Cairan Linglung. Langkah pertama yang gadis itu lakukan untuk membuat ramuan adalah memanaskan air dalam kuali, yang kemudian ia pakai untuk merebus Sneezewort dan Scurvygrass.
Pengantar Ramuan Tingkat Menengah mengatakan arah dan intensitas adukan tak berpengaruh, meskipun begitu Charlotte mengaduknya dengan cermat.
Ramuan itu lalu dibiarkannya sejenak, sebelum dengan hati-hati tangan berselubung sapu tangan naganya memasukkan hati buaya dan otak kodok. Seingatnya hati buaya dan otak kodok yang dimasukkan memang tak perlu diiris maupun dihaluskan, dan dia bersyukur karena tak harus melakukan itu. Mengaduk lagi dan lagi hingga ramuan di kualinya mengental dan warnanya berubah ungu-merah tua sesuai yang diinginkannya—sejauh ini ramuan Charlotte nampaknya berhasil.
Charlotte kemudian menambahkan lobak dan ramuannya berubah kuning terang. Benar-benar menyenangkan.
Dengan senang hati gadis Italia itu menarik tongkatnya dan melafalkan banyak mantra pembuat api agar api yang memanaskan kualinya makin besar. Ia lalu menambahkan air dari teko di atas meja, hingga cairan jadi sedikit lebih encer. Puas karena ternyata ramuannya berhasil, Charlotte mengaduk kualinya dengan pelan dan hati-hati. Baru setelah mendidih, ia kemudian mengangkatnya dengan mantra dan menumpahkannya ke saringan yang telah ia posisikan sedemikian rupa di atas sebuah baskom yang berfungsi menampung ramuan hasil ujiannya.
Hingga pada akhirnya yang tersisa adalah ramuan kuning encer yang tanpa ampas. Hati-hati, dipindahkannya si cairan bingung ke dalam botol kecil dan ditutupnya dengan gabus. Kotoran di atas meja dibersihkannya secara manual, menghindari kesalahan mantra yang bisa membuat hasil pekerjaannya kacau atau bahkan hilang. Gadis itu benar-benar ekstra hati-hati, pun ketika ia menulisi perkamen untuk laporan, tulisannya benar-benar seperti diukir.
Confusing & Befuddlement Draught by Charlotte Ryan, Slytherin
Hal-hal yang paling penting agar ramuan tidak gagal: 1. Berhati-hati, jangan sampai ada unsur lain yang tercampur dengan bahan. Misal, serangga atau ulat dalam Sneezewort dan Scurvygrass karena unsur itu akan memengaruhi efek ramuan. Pastikan semuanya bersih. 2. Buat ramuan dengan step-step yang telah ditentukan, jangan sampai terlewat sekalipun. 3. Jangan lupa tambahkan Lovage! 4. Tak boleh sampai lupa menambahkan air. 5. Disaring! |