Selasa, 13 Juli 2010 01.12
No Kiddycut / I
If i die tomorrow, I'd be alright. Because I believe that after we're done, the spirit carries on.
Pada akhirnya ia kembali ke tempat ini... kan? Sebelum musim berakhir dan tahun ajaran baru dimulai Charlotte Demelza Ryan meninggalkan kampung halamannya di Liverpool, tempat yang telah ditinggalkannya bertahun-tahun dan baru dikunjunginya selama beberapa hari hanya untuk menjalani serangkaian ujian bertajuk Ordinary Wizarding Level—ujian yang kiranya akan menentukan nasibnya bertahun-tahun ke depan. Awal musim semi ketika ibunya sudah bisa bangun dan berjalan, surat dari Hogwarts yang datang di kaki burung hantu memberitahunya bahwa sebentar lagi ujian akan dimulai, dan agar ia bersiap. Tapi kau tahu di saat seperti ini minatnya untuk kembali sama tipisnya dengan helai rabut terbagi tujuh; OWL dan keinginan ibunya untuk melihat deret Outstanding di daftar nilai anaknyalah, yang kiranya membuat gadis Italia itu kembali ke sekolah.
Jadi di sinilah ia, lapangan rumput Hogwarts di saat sinar matahari menerabas tanggung dari sela-sela dedaunan. Matahari muncul sedikit dari balik pegunungan jauh di timur. Tanpa mantel hitam-putihnya yang biasa Charlotte merasakan hangatnya musim semi Sekolah Sihir Hogwarts, menanggalkan hawa dingin yang menyelubunginya bagai mantel. Sebagian besar musim dinginnya ia habiskan di Liverpool, tempat di mana ia bisa menghabiskan hampir sepanjang waktunya di depan perapian dan tak harus berjalan melewati lorong-lorong hanya demi mengikuti pelajaran di kelas yang bahkan tanpa pemanas, jadi rasanya tak terlalu janggal. Ia melingkarkan kedua tangannya yang sewarna gading memeluk tubuhnya longgar; dan sementara kesepuluh jemari mengetuk daging dengan ritmis, sorot mata gadis itu menatap garis batas Danau Hitam tanpa arti.
Tapi bukan berarti keberadaannya di sini tanpa maksud. Kemarin malam—sepulangnya dari rumah—tanpa sengaja ia bertemu dengan Czechkinsky, dan pertemuan itulah yang melibatkan mereka pada sebuah konversasi mini yang akhirnya menjadi alasan Charlotte berdiri di tempat ini, pagi ini. Mengulang tahun lalu ketika di Gubuk Hagrid ia mencukur rapih rambut Blake Guillory, hari ini Miloslav Czechkinsky lah yang akan jadi 'objek'nya. Rambut pemuda Gryffindor itu sudah terlalu panjang dan tak enak untuk dilihat, dan ia bilang bahwa ia akan memotongkannya untuk sang pemuda—tawaran yang cukup berani mengingat kemampuannya mencukur setara dengan bayi yang baru memegang gunting. Miloslav Czechkinsky harusnya curiga setelah itu, dan akan lebih baik bagi sang pemuda jika menolak. Sayangnya tawaran sudah diajukan, dan pantang bagi Charlotte menarik lagi tawarannya setelah Czechkinsky mengiyakan.
Ekspresinya benar-benar aneh ketika ia mengeluarkan gunting yang sama seperti yang ia pakai untuk memotong Guillory setahun lalu dan menimangnya di kedua tangan. Perasaan senada mengganjal di hatinya. Perasaan yang anehnya hanya dirasakannya pada seorang Miloslav Czechkinsky. Perasaan yang membuatnya menghela nafas berkali-kali...
...
Hei, katakan. Salahkah, kalau ia ingin merasakan kebaikan pemuda itu...
lagi?Menghela nafas, senyumnya terkulum tipis.
*judul tret credit buat Panda Blake Guillory *webe judul