Sabtu, 30 Januari 2010 07.44
Nightmare Control Panel / I
Perutku jadi buncit di sini, makanan-makanannya enak sekali. Tunggu kukirim padamu, mudah-mudahan saja tidak basi. Hahaha.
Empat tahun di Hogwarts telah membelokkan hidupnya ke jalur yang menurutnya aneh sekali... termasuk perkara bahwa kini ia begitu sering menerima dan mengirim surat seolah ia kutu buku rajin yang memiliki sahabat pena di pulau sebrang—hal yang tak pernah dilakukannya seumur-umur. Surat-surat itu biasanya dikirim dari orang-orang terdekatnya, bertanya kabar dan banyak hal yang biasanya tak pernah ia jawab. Menceritakan banyak pengalaman yang membuatnya bosan, sedikit gurauan yang teracuhkan, dan biasanya sedikit hadiah yang membuat amplop-amplop mereka menggelembung atau bertambah dengan sebuah kotak atau kardus. Yang kemudian memenuhi kaki ranjangnya dengan tumpukan, lalu bagian-bagian lain di kamarnya yang mulai sesak.
Awalnya Charlotte menerima dengan sukacita bahkan ketika ia dikirim sebuah buku harian—yang menurutnya sama sekali tak berguna dan hanya jadi sampah—tapi seekor Siberian Hushky yang terus menyalak mulai membuatnya jengkel.
Ia sendiri tak mengerti bagaimana harus menata ekspresi wajahnya ketika surat terakhir dari Sebastian mengatakan sebuah kiriman lain akan datang dalam beberapa hari. Brengsek kecil itu sedang berlibur di sebuah desa antah berantah dan makan banyak sekali, membuat perutnya jadi sebuncit babi dan setan apapun yang memotivasi Sebastian untuk mengirim makanan-makanan itu pada Charlotte, dia
pasti sedang mencari teman babinya yang berlemak. Yang tentu saja bukan seorang Charlotte, karena gadis itu telah bersumpah akan membuang semua makanan apapun yang Sebastian kirim—setidaknya sebagian besarnya—atau membagikannya pada orang-orang yang doyan makan.
...
Tapi kemudian ia terkejut ketika mendapati yang dikirim temannya itu hanya setoples manisan leci. Terheran-heran dengan tubuh bersandar ke jendela, kedua alis matanya bersatu bagai ulat bulu ketika kawin. Ia menggoyang-goyang toples hijau semi-transparan itu di salah satu tangannya, sementara tangan lain bergerak membuka surat yang terlipat dengan cekatan. Sebelum menggulir bola matanya singkat, dan menyusupkannya kembali ke dalam saku. Mulai membereskan apa-apa yang tercecer dari kirimannya, Charlotte Demelza Ryan untuk pertama kali menatap seorang lain yang sedang mencoba bicara dengan burung hantu—menyuruhnya turun dan membantu.
Ia kenal bocah itu. Si Hufflepuff di Gubuk Hagrid, yang begitu polosnya bercuit Zaelfiques akan jadi Ketua Murid.
"Kau butuh remah roti untuk memanggil mereka. Burung Hantu Hogwarts tak pernah ramah," ujarnya, senyum masamnya dikulum kecil.