Sabtu, 30 Januari 2010 07.42
Meja Ravenclaw / I
"Di balik setiap harta melimpah terdapat kejahatan."
—BALZAC.
Meja Slytherin"Aku minta maaf, Charlotte—ha!"
Charlotte Demelza Ryan tak pernah mempercayai satupun anggota keluarganya, kecuali ayahnya, karena itulah ia kembali melipat surat yang baru diterimanya pagi itu di Aula Besar. Gabriele Bontade, sepupu yang kini menggantikan posisi sang ayah di keluarga, baru saja mengirim surat disertai sebuah kotak cukup besar yang dikirim dua burung hantu tak dikenal dari kantor pos. Katanya, itu hadiah. Sebagai permintaan maaf dan kado karena lelaki itu tak bisa menemaninya ke Prater ketika ulang tahunnya yang lalu-lalu, yang menyebabkan gadis kecil itu terpaksa harus menyeret Czechkinsky yang malang begitu saja dari pinggir jalan seperti memungut anak anjing, dan main dengan tampang kusut. Ulang tahunnya sudah berlalu sejak lama, dan kini Charlotte bahkan tak peduli lagi apa yang Gabriele lakukan dengan bisnis-bisnis keluarga mereka yang menyebalkan. Permohonan maaf lelaki itu di hampir setiap paragraf surat entah mengapa membuatnya mencibir berkali-kali. Menyesali keterlambatan Gabriele yang secara tak langsung membuatnya muak, kekesalannya yang hampir punah perlahan-lahan bangkit ke permukaan.
Ia bahkan sebenarnya sudah tak peduli.
Mendorong sepiring spagetti-tinggal-separuh yang menjadi menu sarapannya pagi ini, sebuah kotak sedikit lusuh yang berderak-derak aneh di hadapannya sedikit membuatnya tertarik. Menggantikan nafsu makan gadis itu yang sudah hilang tertelan kekesalan, rasa penasarannya akan apa yang bisa diberikan Gabriele sebagai hadiah ulang tahunnya begitu menjadi-jadi. Selain karena tak pernah ada yang mengiriminya paket selain Sebastian, dan biasanya apa-apa yang dikirim lelaki itu tak pernah beres, Charlotte jadi bertanya-tanya. Ia tak pernah yakin selera Gabriele tak lebih normal, dan benda bergerak-gerak yang dipaketkan di dalam kardus yang dikirim oleh burung hantu dari Liverpool ke Hogwarts tak memberinya firasat baik.
Itu bisa saja seekor bayi beruang grizzly, atau paling normal seekor anak ayam. Charlotte tak pernah menolak pemberian beberapa ekor binatang peliharaan, ia sayang binatang dan pernah memelihara beberapa kelinci di umurnya yang menginjak lima. Ia normal senormal-normalnya, tapi tidak dengan Gabriele. Kau kira orang setega apa yang memaketkan seekor binatang (apapun itu yang bergerak-gerak gelisah di dalam) dalam kardus yang diterbangkan dua ekor burung hantu dari Liverpool ke Hogwarts?! Belas kasihan dan kemanusiaan Gabriele memang sudah ia pertanyakan sejak dulu, mengingat mereka dari keluarga mafia yang menganggap bahwa membunuh merupakan suatu cara penegakan keadilan. Namun tak ia sangka sepupunya setega itu pada binatang.
Berdecak tak habis pikir, perlahan diurainya tali temali yang mengikat si kardus-hadiah-ulang-tahun. Dengan kedua alis bertaut cemas akan kemungkinan isi kardus berupa bayi beruang grizzly, Charlotte menggerakkan jemarinya cepat membuka tutup. Nafasnya sedikit tertahan ketika puncak kepala si hewan-kardus mulai terlihat. Tapi belum sempat Charlotte menyadari apa itu yang di dalam, si hewan belang dengan cepat meloncat keluar, melangkahi beberapa piring dan gelas dengan lompatan-lompatan cukup tinggi, empat kaki membuat makhluk itu begitu lincah.
Tap tap tap.
Beberapa piala tersenggol dan mencipratkan air, namun tak ada sedikit pun jus yang tumpah. Charlotte terdiam selama beberapa saat sebelum menyadari anjing yang sedang berlari muncul dari kardusnya. Menyusul dengan langkah-langkah cepat dan bola mata melebar, nafasnya tersengal ketika dilihatnya si anjing berhenti tepat di pangkuan seorang bocah berambut hitam. Ia memperlambat langkahnya yang sedikit terhuyung, membereskan rambutnya yang berantakkan, senyum tipis-datarnya tersungging singkat begitu kakinya sampai di belakang sang bocah tak dikenal.
Meja RavenclawBocah Ravenclaw, tampang-tampangnya sih masih kelas satu.
"Maaf," ujarnya setelah bisa mengatur nafas, "Anjingnya milikku,"
Bola matanya melirik sebal, sementara si anjing gemetaran di pangkuan si bocah-elang. Dan ini... kejahatan. Ketika seseorang menghamburkan uang untuk membelikan sepupunya seekor anjing Siberian Hushky, padahal si sepupu sama sekali tak ingin. Jahatnya Gabriele, dia menyuruh Charlotte direpotkan oleh anjing?!
Anjingnya. Betina, btw. Ada kalung bertuliskan 'Marilyn Monroe' di lehernya. Bocah Ravenclaw yang dimaksud:
cucu saya *shot* Kristoff Petrushka. Dia mau repp nanti katanya, maaf kalo ngeganggu plot
salahin aja oknum KP karena gamau rp di Meja Slytherin -_-