Sabtu, 30 Januari 2010 07.40
Kelas 4 - Semua Asrama (Herbologi) / II
Ada senyum tipis-datar yang tersungging di bibirnya yang kemerahan ketika ia, dengan sedikit terhuyung meletakkan nampan yang baru saja diambilnya di atas meja. Ada kernyitan dahi yang melemas, begitu gulir bola mata gadis itu beralih dari berpot-pot tanaman penuh nanah ke selengkung wajah yang nampak malas di hadapannya. Bagai antibiotik, melihat Czechkinsky secara ajaib berhasil membuat mual di perutnya hilang bahkan sejenak. Mungkin lega karena mengira ia tak harus sendirian memencet nanah—hal yang harus dilakukannya jika pasangannya seorang gadis yang langsung mual melihat bisul, atau seorang lelaki dengan mulut bocor banyak protes—Charlotte menghela nafas. Menata ulang barang-barang yang baru saja diambilnya dari nampan ke atas meja, ia menyodorkan sepasang sarung tangan, pinset dan kapas ke hadapan si pemuda Gryffindor. Lalu duduk, mendorong kursinya sedikit mendekat. Dibersihkannya si nampan untuk menadah dengan kapas lain yang masih bersih.
“Trims, maaf kalau merepotkan.”"Sure," ujarnya, meletakkan nampan yang sudah bersih dan kapas penuh debu. Ia kemudian menyarungkan sepasang kulit naga ke jemarinya yang kurus pucat—tak mau tangannya terciprat atau apa, Bubotuber yang belum diolah digosipkan bisa membuat kulit gatal-gatal. "Jangan sungkan padaku, Czechkinsky. Kita kan sekarang—"
pasangan "—err, partner. Kau bisa menyuruhku apapun,"
kecuali memenceti tanaman itu agar semua nanahnya keluar. Melanjutkan, lagi-lagi tersenyum kecil sedikit dikulum. Charlotte menggulirkan bola matanya dan mendapati sebagian besar anak perempuan sama jijiknya—Riffle bahkan sampai muntah dan wajah Gazelle sepias lobak—lalu mengerjap kecil, satu helaan nafas mengiringi pergerakan iris cokelat terang gadis itu kembali ke wajah sang partner yang tak tampak terganggu dengan semua hal menjijikkan ini.
Beruntung baginya memiliki partner kelas yang begitu pengertian. Andai kau tahu betapa perutnya lagi-lagi bergolak setiap kali 'SROOT SROOT' nyaring terdengar dari kelompok lain dengan nanah-nanah mereka, dan bau bensin yang tercium kemudian mau tak mau membuat kerutan di dahinya semakin banyak. Ia sedikit bersyukur ketika Czechkinsky dengan kebaikan hatinya yang begitu berlimpah menawarkan diri untuk memencet-mencet tanaman mengerikan itu sementara Charlotte tinggal menadah. Keuntungan ketika kau berada di posisi seorang gadis sementara rekan kerjamu seorang lelaki yang cukup tahu diri—Tequilla Sirius atau Jose Dawne akan membiarkan Charlotte mati mual sementara mereka kipas-kipas dengan kaki naik ke atas jika mereka ada di posisi Czechkinsky saat ini, tipe-tipe lelaki dengan rasa kemanusiaan setingkat hewan. Perasaan mereka tak peka sementara egoisme setinggi langit.
Charlotte menggumamkan 'trims' pelan dengan raut masih menahan mual. Perlahan, didorongnya baki yang sudah ia lap hingga ujungnya bersinggungan dengan pot Bubotuber di hadapan. Mengangguk kecil pada Czechkinsky, sedikit isyarat untuk memulai. Hatinya tanpa henti membatin berisik bahwa semua ini akan selesai sebelum cairan di perutnya muntah keluar. Oh, tak ada yang ingin muntah di depan seorang teman yang baik hati. Lagipula, ia tak ingin dicap wanita jorok oleh siapapun.
Jadi Czechinsky, make it fast, 'kay?Sedikit memalingkan wajah, Charlotte sudah siap jika ternyata harus memejam ketika nanah-nanah itu keluar dari tempatnya. EUH!