Sabtu, 30 Januari 2010 07.38
Letter(s)
Satu hal yang terlambat ia sadari namun akibatnya bisa ia rasakan dengan pasti kini adalah, di umur empat belasnya yang masih penghujung, sedikit kehidupan sosial gadis itu berubah ke arah yang lebih—katakanlah—positif. Alih-alih mendekam tanpa melakukan apa-apa di sarang ular bawah tanah, Charlotte kini lebih terbuka pada sinar matahari untuk menghangatkan kulit-kulitnya yang sedikit pucat. Setelah beberapa waktu lalu berdiskusi asyik tentang urusan-urusan anak gadis dengan beberapa seniornya di bawah pohon di Halaman, kini ia sedang dalam perjalanan ke Dedalu Perkasa untuk mengikuti acara ilegal yang didalangi oleh beberapa anak-anak kelas empat menyambut bocah-bocah penghuni baru kastil luas mereka—Sekolah Sihir Hogwarts.
Jangan tanya mengapa Charlotte iya-iya saja ketika beberapa
teman seangkatannya menyeretnya dengan halus agar ia datang ke Dedalu siang ini, hasil rajutannya yang sudah menumpuk dan tak terpakai menandakan ia harus mengakhiri kegiatan memproduksi pakaian-wol-nya itu dan beralih ke sesuatu yang lebih—err—
menyenangkan. Setidaknya... pembicaraannya dengan Proust, Pavarell, dan Devindra beberapa hari lalu berhasil mengalihkan perhatiannya dari sedikit masalah, dan acara di Dedalu sebentar lagi ia harapkan bisa menjadi pelariannya guna mempertahankan otaknya agar bisa tetap berpikiran waras. Dan jernih.
Sayangnya baru sekarang Charlotte sadar bahwa ternyata bersosialisasi bisa membuatnya lupa akan masalah, tahu begitu ia mengungsi jadi sukarelawan korban bencana sejak dulu-dulu—siapa tahu jiwanya jadi suci dan ia mati masuk surga—
Pfft...—
bercanda.
Jadi ia bangun
pagi-pagi sekali. Membersihkan diri sampai puas, Charlotte hampir saja mencolok matanya sendiri ketika ia buru-buru memakai celak untuk menutupi lingkaran-lingkaran hitam di bawah matanya yang mulai sedikit mengerikan. Menyisir rambutnya sampai benar-benar halus, memastikan tak ada kusut di jubah Slytherinnya yang klimis, ia berusaha membuat dirinya tampak terlihat sempurna hanya karena terlalu banyak waktu yang harus ia habiskan hingga pukul sekian nanti di Dedalu. Insomnia berhasil membuatnya menghabiskan seluruh buku yang ia miliki, juga persediaan benang setahun ke depan. Bonus berat badannya yang sedikit menyusut dan lingkaran-lingkaran hitam di bawah mata—Charlotte Demelza Ryan tampak begitu menyedihkan.
Tapi yah, sejauh ini ia selalu menyembunyikannya dengan baik kok. Diamnya membuatnya tak terjamah, bungkamnya mematri gadis itu menjadi seseorang tanpa seorang pun tahu apa yang sedang dipikirkannya. Bagaimana perasaannya. Kau mungkin bisa lihat dari raut wajahnya—namun hanya sebatas itu, tak lebih.
Berjalan lambat-lambat menyusuri koridor demi koridor hingga undakan di halaman, Charlotte merasakan sinar matahari membuat kulitnya sedikit lembab. Ia menyusupkan kedua tangannya ke dalam saku, mengayunkan langkahnya begitu ringan hanya karena ia pikir tak ada masalah yang harus menyesaki benaknya khusus hari ini. Akhir pekan tanpa essay dan tugas yang harus dikerjakan benar-benar membuatnya merasa merdeka lahir-batin. Dapat ia rasakan udara segar memenuhi paru-paru dan menghangatkan dadanya setiap kali ia menghirup nafas, satu hembusan panjang dan lembut seolah memperpanjang umurnya yang tinggal sebentar.
Angin menerbangkan surai-surai kecokelatannya lebih kencang ketika langkah gadis itu membawanya memasuki pelataran berbatu Dedalu Perkasa. Bola matanya menyisir sekali, menyadari kalau ia datang kepagian, langkah-langkahnya selanjutnya menyeret Charlotte ke dekat sebuah pohon. Bersandar kecil, fokus pandangannya ke kumpulan kerikil yang sedang ia tendang.
- Thread ini diperuntukkan bagi anak kelas 4 dan kelas 1 yang hendak halal bihalal, dianjurkan bagi kalian untuk masuk.
- Yang perlu kalian lakukan di tempat ini (bagi kelas 4) hanyalah duduk membentuk koloni, sementara (bagi anak kelas 1), menyiapkan sepucuk surat cinta dan surat benci untuk senior-senior kalian yang masuk ke thread ini.
- Nanti tiap senior akan memilih satu dari sekian surat yang didapatnya, dan anak kelas satu yang suratnya dipilih harus membacakan :-"
- Anak kelas 1 yang mengirim surat paling bagus akan mendapat reward, juga kelas 4 dengan surat paling banyak.
- Murni hanya untuk saling mengenal, tak ada perpeloncoan di sini
we're family now, right? *shot*
- Anggap kalian anak kelas 1 diberi surat kaleng oleh para kelas 4 (cek inbox, silahkan) jadi kalian sudah menyiapkan surat dari asrama :-"