Sabtu, 26 September 2009 09.24
WallPaper
Ia normal. Gadis itu normal. Charlotte Demelza Ryan masih normal senormal-normalnya, dari sudut apapun kau melihatnya. Penampilannya masih baik—rok rempel abu selutut juga kemeja putih tertutup vest. Ditambah dasi hijau-perak berjalin melingkari leher dan jubah hitam sampai ke kaki dengan garis hijau di bagian dada. Ada badge berlambang ular di sebelah kiri, dan ukiran nama di sebrang kanan. Semua tampak baik-baik saja, sebaik biasanya, sebaik jum'at-jum'at lalu di setiap musim.
Rambut coklat emasnya pun masih sepunggung, teruntai jatuh ke bahu dan berdesir halus setiap kali kakinya melangkah. Kulitnya masih putih pucat sewarna susu, dan iris matanya masih coklat cerah seperti kayu pohon. Bibirnya masih merah jambu, lebih tua sedikit dari rona pipinya yang samar-samar.
Semua normal, senormal bumi berputar mengelilingi matahari dengan bulan di sampingnya, senormal air yang selalu mengalir ke bawah, senormal gaya gravitasi—
—kecuali lembaran-lembaran itu. Yang warnanya hijau muda. Kertas Muggle hasil penggandaan secara sihir. Tipis-tipis tertumpuk rapih dan terdekap manis di dekapan gadis itu. Yang sedang berjalan menyusuri koridor lantai satu, mengedarkan pandangan luas ke dinding. Yang senyumnya manis dan binar matanya cerah ketika persegi panjang itu tertangkap mata. Itu... persegi panjang yang itu... yang isinya pengumuman? (mengangguk)
FORTUNE TELLER GENIUS
“The best thing about the future is that it comes only one day at a time.”
Ya? Atau tidak? Kau ragu? Menganggapnya tabu? Tanyakan pada kami, maka kami akan membantu! Cukup datang ke lantai empat, di depan sebuah lukisan bergambar pintu, tundukkan kepalamu, pejamkan kelopaknya, dan mohonlah dengan berbisik, lalu keajaiban akan datang menggerayangimu bagai rampok.
Ilusi atau bukan, buka pintunya dan temui kami. Maka kami akan membantu menjawab pertanyaanmu. Ya? Atau tidak? Datanglah tanpa perlu membawa apa-apa, karena kami tidak memungut biaya. Gratis. Gra-tis. G-R-A-T-I-S. GRATIS.
With kisses. Madam C dan Madam B. |
Satu cengiran lebar, kerlingan nakal, dan keyakinan bahwa tak ada siapapun yang melihatnya, Charlotte Demelza Ryan, untuk pertama kali di dunia melakukan kejahilan sejak ia lahir. Yang ini, perdana—flayernya.
((UNTUK SELANJUTNYA BAGI YANG INGIN MEMASANG PENGUMUMAN DI THREAD INI DIWAJIBKAN MEMAKAI RPG. UNTUK DIPERHATIKAN))