Sabtu, 26 September 2009 09.18
Buzzing Boozes / I
'
Tuk tuk tuk'
lalu
'
Teng Teng Teng'
Iramanya konstan dan berulang menjemukan, bunyi jarum jam dan lonceng yang bersahutan tadi itu. Menjentik dan berdentang sejak kali pertama kedatangan Charlotte di tempat ini, berlangsung selama lebih dari satu tahun tanpa henti. Seperti siklus, hanya saja tak ada metamorfosa. Usia dan karat di tiap sendinya bahkan tak berpengaruh—dia berjalan di tempat, bersama dinding, langit-langit dan udara. Sangat bertolak belakang dengan gadis itu, Charlotte, yang grafiknya jungkir balik tak karuan; berubah-ubah dengan drastis dari waktu ke waktu hingga membuatnya pusing sendiri. Puncak gunungnya kadang bisa menyentuh plus seratus, lalu keesokan hari dasar lembahnya mendadak minus sembilan puluh sembilan.
Hati dan benaknya teraduk-aduk, dijungkirbalikkan dalam neraca bertajuk takdir yang bergoyang-goyang sekian skala richter selama jangka waktu tak terbatas. Tanpa pegangan, tanpa pijakan namun dengan tuntutan tinggi untuk bertahan tetap tegak dan untuk tidak terbawa arus. Terlalu sulit. Sementara ia hanya seorang gadis kecil dengan umur mencapai tak lebih dari angka satu dan dua yang berjalan bersisian—apa yang bisa dilakukannya? Anggap saja proses ini pencarian jati diri, dan semua hal sah-sah saja dilakukan. Apa gadis itu akan jadi gadis suci dengan
halo melayang-layang tujuh senti di atas kepala atau jalang brengsek yang terbuang—kita lihat.
Kamar anak perempuan kelas 2 Slytherin tanpa suara setelah jam berdentang; bisa jadi semua teman sekamarnya sudah terlelap di balik kelambu-kelambu berat hijau gelap yang menutupi ranjang-ranjang mereka tanpa celah. Sumber-sumber cahaya telah dipadamkan, kecuali dua atau tiga lampu di masing-masing sudut yang membuat suasana remang-remang. Charlotte sedang terpekur, di balik lamunan singkatnya tentang Pesta Awal Tahun yang baru saja berlangsung; betapa anehnya ia bisa mendadak mengancam Linchestain setelah mendapat instruksi dari Morcerf. Padahal niatnya tak peduli, membuatnya bertanya-tanya dalam hati mengapa tubuhnya mendadak melakukan hal terbilang nekat tadi begitu saja.
Lihat kan, Linchestain dengan beraninya langsung melaporkan Tequilla Sirius. Entah apa yang terjadi pada pemuda pirang itu, yang pasti Charlotte sedikit bersyukur kuping gadis Gryffindor itu terlalu tuli untuk mendengar apa-apa yang ia katakan sebelumnya. Gadis itu terlalu lelah untuk dihakimi dan mendapat hukuman.
Mengusap lengan putih pucat—(kini dengan
noda merah)—nya sejenak, Charlotte akhirnya memutuskan untuk berdiri. Gaun tidur putihnya jatuh sebatas lutut, dan berdesir setiap kali kaki mungilnya melangkah (Charlotte sudah mandi, ngomong-ngomong, juga sikat gigi dan menyikat rambut sebelum tidur); sutra asli buatan Cina, ditenun dengan kualitas terbaik seperti yang dipakai Putri-Putri Merah. Niatnya hendak mencapai ranjang, tapi bunyi 'kruyuk' tak enak yang disampaikan perutnya mendadak mengingatkan bahwa ia bahkan hanya makan sepotong kecil
cheesecake untuk hari ini. Charlotte lupa—dan mungkin memang tidak pernah melakukannya lagi sejak masuk Hogwarts—minum susu sebelum tidur.
...
Iya minum susu, memangnya kenapa? Kesannya jadi seperti gadis malaikat kecil yang masih dalam boks bayi kan? Yayaya, bagaimanapun anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu karena selain anjingnya dirantai dan ompong, anjing menggonggong tak akan menggigitmu sebelum dia akhirnya memutuskan untuk mengejar dan menancapkan gigi-giginya yang runcing di daging betismu; apapun yang dikatakan orang tentang orang-dewasa-tak-minum-susu, toh tak ada yang tahu apa yang Charlotte minum sebelum tidur. (smirk)
Jadi ia akhirnya memutuskan keluar, mengendap-endap di atas karpet empuk yang menimbulkan bunyi 'puff-puff' pelan begitu telapak kakinya menjejak, membuka pintu dengan perlahan sebelum menutupnya lagi diam-diam. Nah nah, setelah itu bernafas lega, lalu melenggang santai melewati Ruang Rekreasi asrama, dan tebak apa yang dilihatnya? Tequilla Sirius, Illia Kishlef, Arvid Zeelweger, Adyasa Devindra, juga botol-botol tak dikenal bertebaran antara meja dan beberapa tangan dari mereka. Kini mari kita susun beberapa kemungkinan, tentang apa yang sedang mereka lakukan dengan botol :
- Mereka sedang menjalankan detensi mengelap botol;
- Mereka sedang minum cairan dari dalam botol;
- Mereka sindikat penjual botol;
- Mereka klub pengoleksi botol;
- Cairan yang ada di dalam botol berkadar alkohol tinggi (Oke, memang tidak nyambung);
|
Poin dua dan lima masuk akal, dan kalau begitu silogismenya mereka sedang pesta miras di Ruang Rekreasi. Charlotte menghentikan langkahnya di sudut, mengerling tajam meskipun jarak pandangnya terhalang cahaya minim, kemudian mengendus pelan dengan hidung. Gawatnya, ia mengenal aroma ini, masih basah ketika pertama kali ditangkapnya tak kurang dari seminggu lalu di Jury's Inn.
"Kalian mabuk di asrama?" tanyanya sedikit muak—membayangkan betapa kotornya tempat ini—jika mabuk saja dilakukan bersama-sama, bagaimana dengan yang tersembunyi? Narkoba? Pembunuhan? Pemerkosaan? "Dan itu...
tequila?"
Iya, Charlotte. Itu bukan susu yang kau cari.
*Gaun tidur Charlotte