Minggu, 20 Desember 2009 05.25
Wurstelprater, Leopodstat, Vienna, Austria. / II
Czech-Kins-Ky?
...
Charlotte bahkan tak lagi bisa mengeja nama Czechkinsky dengan benar. Alih-alih melafalkannya dalam satu lambaian lugas yang tanpa cacat, ia malah mengucapkannya dengan terbata. Czech-Kins-Ky?—heh. Ia tahu semua ini dangkal—benar-benar dangkal—juga
bodoh—amat sangat bodoh. Seperti otaknya, begitu kan? Seperti yang selalu Tequilla Sirius tuduhkan padanya setiap waktu, di balik surai-surai cokelat ikalnya yang kini lebih gelap, sebenarnya isi kepala gadis itu tanpa otak. Istilah lainnya : tolol, bloon, atau apapun kata yang bisa kau temukan untuk menggambarkan seorang gadis
bego yang menarik tangan temannya yang hanya kebetulan lewat begitu saja, memaksanya secara tidak langsung naik pesawat ke belahan dunia lain yang tak jelas, menyeretnya naik mobil lagi sepanjang Wina, dan mengacuhkan bahkan melupakannya sepanjang perjalanan. Brengsek? Mungkin. Tega? Boleh juga. Siapa yang tahu jika sebenarnya tadi, Czechkinsky dalam perjalanan membeli obat untuk ibunya yang sedang sakit?
Uhuk. Atau perjalanan menuju tempat kencan?
Uhuk uhuk.
Yang pasti, siapapun-orang-yang-ditunggu-pemuda-Gryffindor sebelah sana pasti sedang marah-marah bahkan mungkin mengamuk atau mungkin sesumbar akan memukuli Czechkinsky begitu dia menunjukkan batang hidungnya nanti. Ugh, katakan ini semua salah Charlotte, gadis itu takkan protes jika Czechkinsky minta ganti rugi.
"Engg... Aku... Kau akan menculikku ke mana, Ryan?"Dan bukannya bilang 'Iya, aku memaafkanmu kok, Ryan.' Czechkinsky malah bertanya Charlotte menculiknya ke mana. Charlotte menoleh ke arah Czechkinsky dengan tatapan semi-prihatin, benar-benar serius berpikir bahwa tadi lelaki itu berada di tempat dan waktu yang salah hingga bisa-bisanya dia ada di tempat seperti ini bersama Charlotte.
Kasihan. Charlotte berdeham pelan, melempar sebuah lirikan kecil lagi ke arah jendela ketika mobil mereka melewati gerbang.
"Czechkinsky,
hear." tubuhnya sedikit miring kini, condong ke arah si pemuda berambut cokelat. Raut wajahnya serius, hati-hati memilih kata kalau-kalau Czechkinsky benar-benar marah. "Kita sekarang ada di Wina, Austria, dan mobil kita baru saja memasuki gerbang sebuah taman bermain yang cukup terkenal di sini. Nah," ia memberi jeda ketika mobil mereka akhirnya berhenti, mengisyaratkan Guiseppe untuk keluar lebih dulu dengan kerlingan mata, "karena sudah terlanjur, kupikir sebaiknya kau menemaniku main,
how? Aku akan mengantarmu besok siang kembali ke Inggris, kecuali kau ingin pulang secepatnya, aku akan mengantarkanmu untuk penerbangan selanjutnya. Ehm...
you choose."
Lalu seorang penjual balon warna-warni dengan sepeda lewat ke dekat mobil mereka, membuat pandangan si gadis Italia teralih sebentar. Kembali ke Czechkinsky, mata itu masih menatap si pemuda dengan tatapan serius.
Oh, come on. Mari kita main, kay?