Minggu, 29 November 2009 03.57
The Tale of Macturian / II
Burung.
Burung itu terbang, karena mereka punya sayap. Punya dua kaki, dan tak punya tangan sama sekali. Ada maca-macam burung dengan spesies mereka yang bermacam-macam di seluruh belahan dunia—jangan pernah coba untuk menghitungnya! Dari mulai burung murai sampai kakaktua, lalu elang sampai burung hantu. Kingdomnya Animalia, subkingdomnya Eumetazoa. Superfilumnya Deuterostomia, filumnya Chordata, subfilumnya Vertebrata, infrafilumnya Gnathostomata, kelasnya Aves. Burung memiliki banyak macam ciri fisik yang membedakan mereka menjadi banyak jenis. Mereka bertelur, dan beberapa dari mereka tidak dapat terbang. Suara burung sangat merdu, kebanyakan dari mereka menarik pasangan—
—asdfghjk—
—mereka dengan daya tarik suara. Namun ada juga yang memakai—
—lkjhgfdsa—
—
tunggu, kenapa mereka jadi membicarakan burung?
...
.....
...
Oh. Ia ingat.
Ceritanya, Galia mau menggosip pada kalian-kalian semua tentang kabar
burung yang beredar ke hampir seluruh penjuru negeri tentang keluarga Macturian yang tersohor sampai ke negeri tetangga dan tetangga-tetangganya lagi. Gosipnya seru lho. Begini-begini, KATANYA, kerajaan Macturian terkenal akan ekspor mereka yang besar-besaran akan selir-selir kerajaan. Mereka mendidik selir-selir hingga bisa berlaku sepantasnya, kemudian mereka MENJUAL—eh, MENGEKSPOR mereka ke negara-negara tetangga (dan Galia jadi curiga jangan-jangan selir yang biasa memandikannya diimpor dari Macturian) untuk dipekerjakan. Mungkin bagus, di permukaan mereka seolah-olah penyalur tenaga-tenaga kerja macam TKM (Tenaga Kerja Macturian), tapi bukankah itu sama saja seperti perdagangan budak?
Itu berarti, Macturian melakukan
trafficking manusia.
Itu berarti, Macturian melakukan bisnis kotor.
Dan itu berarti (lagi), tugasnyalah di sini untuk membuktikan apa Macturian dan seisinya benar-benar bersalah atau tidak hingga pantas dilaporkan ke Dewan Pertimbangan Agung.
Kedatangannya ke sini bukan tanpa maksud; bukan sekedar melayat Kaisar John yang sudah wafat atau cuci mata melihat-lihat Pangeran Vel yang entah mengapa, makin hari makin mirip Oliver Goodwill si bintang film. Bukan juga icip-icip makanan gratis di hajatan orang atau jalan-jalan agar terbebas dari kelas menjahit yang sangat membosankan. Ia ke sini untuk sebuah misi
besar, begitu kira-kira bisa dibilang, yang diamanahkan padanya oleh seseorang berpakaian ninja yang tak sengaja ia temui ketika sedang berjalan-jalan melihat-lihat kondisi negara. Galia memang tak mengenal si ninja misterius, tapi ninja itu bilang kalau Galia bisa membongkar bisnis kotor Macturian, rating negaranya di '
Top 10 Hottest Countries Ever' akan naik jadi peringkat pertama.
Tee-hee.
Siapa sih yang tidak mau?
Maka berbekal keberanian, pengorbanan dan cinta suci, gadis itu berdiri di sini menyerahkan kotak belasungkawa-nya yang berisi kaos kaki. Kedua sudut bibirnya menyunggingkan senyum manis ketika si kotak berpindah tangan, yang melebar sedikit demi sedikit membentuk sebuah sapuan yang lebih masam ketika bola matanya yang coklat cerah bergulir dari satu sudut ke sudut lain. Astaga... Macturian ini orang-orangnya aneh ya? Ada yang nemplok-nemplok seperti monyet, peluk-peluk di depan banyak orang, gramofon yang bisa jalan, dan sekarang?
"Ah, Yang Mulia Putri Galia dari Alderwood. Selamat datang, Yang Mulia. Er.. Acara layatannya sudah tadi. Sekarang, sih, pesta ulang tahun Yang Mulia Putri Gale. Yang Mulia Putri Galia berminat ikut?"—ada pesta ulang tahun jeda beberapa detik setelah peringatan kematian. Semua orang seolah lupa bahwa kaisar mereka yang agung baru saja mati, dan kini mereka semua tercecer di mana-mana di sepanjang ruangan—
mengurusi kucing. Yang hampir sekarat karena kelakuan buruk dari pangeran mereka sendiri. Galia menggelengkan kepalanya kecil tanda maklum, yakin jika ada satu saja orang normal di ruangan ini, itu adalah dirinya. Galia si Putri dari negeri tetangga.
"Pangeran Vel," ujarnya lembut yang dibuat-buat. Tersenyum jumawa, ia meletakkan tangannya di bahu si putra mahkota. "Bukan hal yang bijaksana memperlakukan kucing seperti itu. Mereka juga makhluk hidup," (senyum)
Fake.