Minggu, 29 November 2009 03.55
Megophrys Montana / I
Rasanya, ia tak pernah minta macam-macam. Sebagai gadis berumur tiga belas tahun yang penurut dan patuh, mengapa alur hidupnya tergaris begitu rumit dan membelit? Ia anak baik, si Charlotte Demelza Ryan itu, yang seumur hidup tak pernah mengira bahwa suatu hari ia akan mendapat detensi hanya karena hal remeh macam merokok, yang menurutnya sama sekali tak merugikan orang lain sementara ia tidak merokok di depan orang banyak. Yang jadi masalah di sini mungkin ketidakadilan yang terjadi—sementara ia didetensi karena merokok, Tequilla Sirius si Prefek lalim berleha-leha karena mabuk-mabukan.
Satu keyakinan tentang Tequilla Sirius yang mengada-ngada mendominasi benaknya beberapa hari ini, dan pikiran-pikiran itu sukses membuatnya kesal setengah mati setiap melihat sosok pirang menyebalkan itu tertangkap iris matanya yang coklat cerah. Ditambah dugaan-dugaan akan detensi apa saja yang mungkin diterimanya, jangan salahkan kalau ia berubah senewen terhitung beberapa hari ke belakang.
Tskkkkk.Ia mendengus dalam hati sambil menyeret langkah meninggalkan kamar anak perempuan kelas 3 Slytherin, undakan-undakan menuju Ruang Rekreasi sampai pintu keluar asrama ular mereka di bawah tanah. Langkahnya yang enggan terseret malas sepanjang jalan, hampir menempel dinding, perjalanan Ruang Rekreasi menuju Kelas Ramuan seolah tak ada habisnya di lorong panjang tanpa muara. Ia malas, tahu? Tak mau. Dan takut? Mungkin. Mengingat kini kondisi tubuhnya sedang tak terlalu baik dengan flu juga sedikit demam memutar-mutar kepalanya sampai pening, ia tak yakin bisa menusuk Tequilla Sirius dengan belati kalau ia sampai diapa-apakan dan disuruh yang macam-macam.
Ia sadar diri, tentu, sebagai murid kelas tiga—apa sih yang bisa dilakukannya menghadapi murid kelas enam dan PREFEK? Yang normalnya bisa menyuruhnya melakukan apa saja sebagai pemberi detensi, dan alih-alih memberikan sesuatu yang 'ringan', pirang sialan itu pasti menyuruhnya melakukan sesuatu yang berat dan menjijikkan. Coret kemungkinan menyapu lantai Kelas Ramuan atau mencuci bersih gelas-gelas dan botol-botol ramuan kosong dari debu, karena itu sangat sangat tidak mungkin.
Matanya yang tidak terlalu terbiasa dalam gelap mengerjap pelan ketika langkahnya sampai tepat di depan pintu masuk Kelas Ramuan, menajamkan pendengaran untuk sedikit menguping, ia dengan tak tenang membuka pelan pintu yang semula tertutup. Dahinya berkerut sedikit, kebingungan akan dua sosok yang dilihatnya sampai sesuatu berbau aneh mendadak membuat perutnya bergolak dan kepalanya pusing. Memuakkan. Jangan bilang benda bau itu yang nanti harus ia kerjakan sebagai detensi—CHARLOTTE MAU PULANG!
Ia. Tidak. Mau. Detensi. Lagipulakenapadidalamadaduaorang—siapa sebenarnya mereka? Mengeratkan pashmina yang menangkupi bahunya perlahan, dan berbisik pelan, gadis itu kembali menutup pintu dengan perlahan—hendak kabur tentu saja.
"Maaf mengganggu, aku salah tempat,"
Meski ia sangat yakin yang pirang sebelah sana adalah Tequilla Sirius, siapa sih yang tak mau kabur setelah dihadapkan dengan kondisi seperti ini?
Btw, Charlotte lagi sakit jadi jangan diapa-apain ya >__>