Minggu, 29 November 2009 03.49
Hng? / II
Kedai minum itu, meski penuh pengunjung tadinya biasa saja menurutnya. Orang-orang berlalu-lalang bagai lalu lintas, keluar dan masuk Diagon Alley seperti barisan semut. Denting gelas yang beradu dengan kaca atau meja memenuhi udara bersama deguk air. Debu dan bau manis melayang-layang di atas kepala sebelum masuk ke paru-paru. Teriakan bartender terdengar muram, bercampur dengan obrolan juga sapa membentuk dengung seperti kerumunan lebah. Leaky Cauldron, kiranya, tak lebih dari pasar ikan di awal musim ketika tahun ajaran baru dimulai—semua orang berbondong-bondong ke tempat ini.
Meski begitu, di balik kehiruk-pikukan Leaky Cauldron yang menyesakkan, di balik sebuah meja bulat yang sudah reyot seorang gadis duduk sendiri tanpa arah. Tak terjamah, tak seorang pun mungkin tak berani mendekatinya. Tak ada yang dikenalnya di tempat ini, pun, karena ia tak menunjukkan keramahan sedikit pun dalam rautnya. Sebuah senggolan kecil di kursi ia balas dengan dengus dan tatapan tajam, lalu tepukan keras-keras ke mantelnya yang mahal dan bagus.
Ia, dengan mata coklat terangnya yang berbulu mata lentik lalu menatap tajam seorang gadis yang menyapanya sebelum meletakkan puntung rokoknya di atas meja. Kau merokok, katanya. Pffft.
Iyakan?
Memang dia pikir Charlotte sedang apa? Membakar rokok kemudian mengipasi asapnya untuk membuat tanda bahaya? Bermain api dengan menyulutkannya ke rokok kemudian menghabiskannya dengan cara dihisap? Apa? Apa yang dia kira sedang Charlotte lakukan, hng? Menggelikan. Satu kibasan anggun samar tercipta dengan rambut coklat emas gadis itu sebagai objeknya. Mengerling tak acuh, sudut bibir sang gadis membentuk seringai tipis yang ditahan. Ia mengamati si kecil berambut coklat dengan tatapan menilai, mengira-ngira dalam benaknya, atas dasar apa dia berani berkata seperti itu pada Charlotte.
"Aku merokok, lalu apa urusanmu anak manis? Kau mau hm?" ujarnya lembut dibuat-buat, menimang-nimang sekotak coklat gelap Davidoff di kedua jari. Sebuah percakapan tak penting tentang binatang peliharaan antara dua bocah lain sempat membuatnya melirik. Namun tanpa minat, yang malah ia taruh kemudian ke seorang gadis berambut pirang pucat yang tiba-tiba duduk di sebelahnya dan bertanya.
“Sedang menunggu seseorang? Atau mengingat masa lalu?
Membuat Charlotte mengangkat alis.
”Halo, Ryan. Membunuh waktu juga, eh?”
Dan Fauchelevent. Yang membuat mejanya menjadi ramai dalam hitungan detik.
"Aku?" ia menurunkan alis, juga kotak rokok di tangannya, "Menunggu waktu."
...dan membunuh orang? Bercanda.