Minggu, 29 November 2009 03.45
Karnı Aç / I
Satu hal yang rasanya harus Charlotte jadikan pelajaran hari ini adalah, bahwa ternyata satu atau dua kata yang terlontar dari bibir bisa berakibat sangat fatal. Setidaknya bagi Charlotte, ya, yang padahal bicara saja dia jarang.
Matahari sudah hampir naik sepenuhnya ketika Charlotte Demelza Ryan akhirnya memutuskan untuk menegakkan kembali tubuhnya yang sejak tadi bersandar malas di kursi empuk untuk penonton, menepuk-nepuk mantel bepergian hijau
army yang melekat dengan pas di tubuh sebelum menggeliat kecil. Sudah hampir setengah jam, mungkin, dia duduk sendiri di tempat ini sambil menopang dagu dengan benak mengawang-ngawang melamunkan entah apa, sampai akhirnya sadar bahwa sebentar lagi Hogsmeade akan dibanjiri murid-murid Hogwarts semua angkatan dan festival akan segera dimulai. Bocah-bocah sebelas tahun sampai om-om tujuh belas akan berbaur dalam kemeriahan, bergerombol dengan teman-teman mereka yang berkostum senada memasuki toko demi toko, menghabiskan uang untuk sedikit kesenangan di tengah penat. Hogsmeade ternyata tak seburuk yang dibayangkan.
Namun sial bagi Charlotte, andai saja dia tak ingat bahwa ada toko yang harus dibukanya, mungkin sekarang gadis itu sedang mendekam dengan nyaman di salah satu kedai minum untuk menghabiskan secangkir kopi atau mungkin sedikit alkohol, menyendiri di balik racauan orang-orang yang sedang bergosip. Menyesap cairan sambil memikirkan apa-apa saja yang akan ia lakukan di masa depan dan mungkin menyesali beberapa kejadian di masa lalu, selalu berhasil mengurangi sedikit saja beban pikirannya. Tapi seperti yang dikatakannya tadi... yeah... sial.
Sial karena ia harus mempertaruhkan waktunya yang berharga di tempat ini, bersama orang-orang yang bahkan tak sudi ia salami sebelum tidur.
Tequilla Sirius, Dylan Klebold, Kristabel Vittore dan blahblahblah, segelintir orang yang tak pernah satu tujuan dengan Charlotte Demelza Ryan.
Tapi janji tetaplah janji, dan taruhan yang tak dipenuhi akan menjatuhkan harga dirinya di depan banyak orang. Charlotte melenguh pelan sembari membuka pintu Three Broomsticks untuk yang kesekian kalinya hari ini, menerawang begitu melihat ruangan yang tadinya kumuh dengan hanya dinding kayu tak bercat kini telah berubah menjadi sebuah rumah makan―atau kafe―yang dekorasinya terlalu girang dengan warna-warna mencolok. Ia mengerutkan dahinya pelan, sebentar, sebelum menyadari bahwa semua dekorasi norak ini ia yang atur. Yayaya... tentu saja dengan kekesalan sepenuh hati dan dendam yang membuat semua tak sesuai keinginannya.
Mari kita lihat...
Ruangan telah dibagi jadi dua oleh sebuah sekat yang hanya sebatas pinggang, dengan sebuah celah lumayan lebar untuk orang lewat. Celah itu, di langit-langitnya, terpasang rangkaian hiasan dari manik-manik yang membentuk tirai sampai ke lantai, yang terpasang sama seperti di pintu utama―yang nantinya akan dilepas ketika festival mulai, pintunya. Sekat itu, yang terbuat dari kayu yang dipaku ke dinding, membagi ruangan menjadi 7 dinding berbeda ukuran, di mana setiap dinding mempunyai warna berbeda. Hijau dan oranye dan biru juga merah, yang di atasnya terpasang poster-poster film dengan setting arabia.
Namun meski disekat dua bagian ruangan itu tak ada bedanya, dipenuhi meja-meja bundar dengan kursi-kursi dari kayu yang mengelilingi, dilapisi taplak merah marun dengan rumbai-rumbai, di atas meja-meja bundar itu masing-masing satu gelas berisi lilin menyala redup sebagai tambahan penerangan. Juga selembar kertas berlaminating yang berisi daftar menu, semuanya hampir siap.
Yang belum tinggal pelayan-pelayannya, mereka bocah-bocah yang rela menyembunyikan identitas dan memalsukan kelamin demi poin asrama dan kesenangan kecil. Yang akan Charlotte pakaikan kostum dengan biadab sebagai balasan kecil atas kekesalannya akan Hogsmeade―yah, siapa yang tidak tahu kalau setelah ini ia harus naik panggung Hogwarts Idol untuk menjadi pembawa acara lagi?―dan kekecewaannya akan kalah taruhan dengan si pirang Sirius... anak-anak itu menyenangkan juga untuk sekedar pelampiasan.
Derit salah satu kaki kursi terdengar ketika Charlotte mendudukkan diri di atasnya, seiring jemarinya yang bergerak mengambil daftar menu. Menyisir dengan dahi berkerut nama-nama makanan yang tertera di atasnya.
List
Soup Tarhana Yayla Buğday aşı/Yoğurt Çorbası/Ayran Çorbası Domates Mercimek Ezogelin İşkembe Paça Şehriye Balık Bademli Tavuk Mahluta Yüksük Tutmaç Lahana Soup Ekşi Aşı Sumak Aşı Pazı
Bread Mısır Ekmeği Pide Lavaş Tandır bread Bazlama Simit
Pastry Börek Poğaça Gözleme Katmer Lahmacun Pide Açma
Pilaf and Pasta Sade pilav/pilaf Domatesli pilav Etli pilav Nohutlu pilav İç pilav Patlıcanlı pilav Özbek (Uzbek) pilavı Acem (Persian) pilavı Bulgur pilavı Perde pilavı Hamsili pilav Frik pilavı Manti Erişte Keşkek Kuskus
Vegetable Dishes Dolma Mercimek köfte Imam bayildi Mücver Turşu
Egg Dishes Menemen Çılbır Ispanaklı yumurta Kaygana
Meze and Salads Acılı ezme Acuka Arnavut ciğeri Roka salad Baba Gannuş - Patlıcan salatası Bakla Ezmesi Barbunya Borani Börek Cacık Cevizli Biber Çerkez tavuğu Çiğ Köfte Çoban salatası Deniz Börülcesi Dolma Fasulye pilaki Fava Fried köfte Fried vegetables Gavurdağı salad Hardalotu Haydari Hummus İçli köfte Kabak Çiçeği Dolması Kısır Muammara Piyaz Semizotu salad Taramasalata Turp otu salad Kalamar Shrimp Octopus Mussles
Kebabs Şiş Kebap Adana kebap Urfa kebap Beyti kebap Fıstıklı kebap Patlıcanlı kebap Spring kebap Orman kebabi Oruk kebabı Islim kebabı Tas kebabı Talaş kebabı Cağ kebab Tepsi Kebabı Kağıt Kebabı Testi kebabı Tokat kebabı Döner Iskender kebab Ciğer kebabı Abant kebabı
Meat Dishes Kuzu Güveç Kuzu Kapama Haşlama Kavurma Ali Nazik Hünkar Beğendi Türlü Külbastı Elbasan Tava Tandir İncik Boraniye Maymudiye Moussaka Karnıyarık Köfte Sujuk Pastırma Kokoreç Liver Kelle Kurlu Eti Enginar Etli Taze Fasulye Pastırmalı Kuru Fasulye Etli Bamya İşkembeli Nohut Piliç Dolma
Dessert Helva Güllaç Aşure Tahin-pekmez Lokum Cezerye Marzipan
Beverages Alcoholic: Kavaklıdere Doluca Corvus Kayra Pamukkale Diren Rakı
Non-Alcoholic Ayran Kefir Şalgam Boza Sahlep Sherbet Turkish Coffee Tea Mineral Water Rose sherbet Lemonade Mırra Molasses Nogay tea
Shisha |
Tulisannya mungil-mungil, berjajar memenuhi kertas yang kiranya berukuran tak lebih panjang dari kertas surat itu, membuat pusing setiap orang yang membaca. Charlotte pusing. Dan meskipun ia telah membayar beberapa koki Turki bego untuk memasak makanan-makanan di tempat ini, tak pernah ia sangka bahwa mereka akan memasak
semua makanan yang pernah disajikan di Turki.
Ngomong-ngomong, sepertinya ia harus mulai memakai kaftan dan turbannya...
- Kostum para hawa : caftan dan turban.
- Kostum kaum adam.
- Kalian pengunjung resto ini tidak boleh mengenali siapapun yang jadi pelayan^^ dan mereka crossdress.
- Resto ini tidak memiliki pintu, di atas lubang pintu silahkan deskripsikan ada sebuah kubah mini, dan pintunya ditutupi tirai manik-manik.
- Di atapnya, ada plang besar-besar bertuliskan Karnı Aç besar-besar dengan lampu-lampu kelap-kelip di sekelilingnya. Di dalam, ada musik timur tengah mengalun sayup-sayup.
- Selamat menikmati^^