Sabtu, 26 September 2009 09.26
PTIH Kelas 2 / I
Ini—apa-apaan sih?...
Baru Charlotte lihat kali ini ada panggung di dalam kelas.
...
Mereka mau... konser?Kau bisa bayangkan betapa besar rasa tak percaya gadis itu ketika kakinya menjejak masuk ke dalam kelas. Alih-alih kursi-kursi dan meja yang entah mengapa mendadak menghilang, satu persegi—mungkin dari kayu—sedikit lebih tinggi dari permukaan lantai membuat gadis itu benar-benar tercengang. Kaget, istilahnya; atau tak percaya, mengira bahwa awalnya kelas yang ia masuki semacam panggung latihan untuk Idol atau apa—penampakan teman-teman seangkatannya sedang mengacung-ngacungkan tongkat akhirnya mau tak mau membuatnya masuk. Meski masih bisa kau lihat raut kebingungan dari wajahnya yang cantik, dan kerjapan cepat dari kelopak matanya yang berbulu mata lentik, satu alasan yang bahkan ia sendiri tak tahu membuatnya yakin bahwa ini kelas Pertahanan Ilmu Hitam untuk tahun kedua.
Zzzzz....
Tatapannya malas, yang ia berikan hanya sekilas pada sesosok jangkung yang begitu kontras di atas panggung sana; sebelum langkah-langkahnya yang sedikit diseret membawa gadis itu ke salah satu dinding di dekat pintu untuk bersandar. Menyapih diri dari yang lain, Charlotte hanya mengedarkan pandangannya sekali, menghela nafas malas sebelum kemudian mendengarkan penjelasan profesor di depan dengan seksama. Tak bersemangat dan tanpa minat, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan kondisinya selama beberapa hari ke belakang. Dan tebak apa penyebabnya?
Hogwarts Idol, ya haa.
Acara brengsek yang membuat moodnya jadi buruk akhir-akhir ini. Bawaannya cepat marah dan emosinya mendadak labil. Nah, singgung dia sedikit saja maka Charlotte akan mencekikmu dengan sepuluh jarinya atau menusukmu dengan ujung tongkatnya—tergantung mana yang sedang
enak untuk dilakukan. Ada plang 'awas galak' kasat mata yang terpasang, jadi sebaiknya kalian menjauh dari gadis ini.
Aku ingin kalian membentuk kelompok. Satu kelompok berisi dua orang. Yang kalian lakukan adalah merapalkan mantra Stupefy dan Expelliarmus secara bergantian”,Kecuali kalian mau menumbalkan diri sedikit untuk jadi partnernya berduel, mungkin Charlotte bisa sedikit jinak. Ugh, kenapa harus partner sih? Ia menggerutu dalam hati.
Oke, partner anyone?