Senin, 28 September 2009 03.20
PTIH Kelas 2 / II
Charlotte yang salah, atau dua orang yang saling bersinggungan memang rasanya lebih sering bertemu? Tak banyak yang dikenalnya di Hogwarts, ia akui, jadi mungkin saja ia memang salah. Tapi ini kenyataan, entah sudah berapa kali gadis itu berpapasan atau bertemu Tequilla Sirius di setiap waktu-waktu tak tepat (macam merokok di Dedalu Perkasa atau malam setelah Pesta Tahun Ajaran), juga Dylan Klebold, yang meski lebih jarang, ditemuinya di waktu-waktu tak terduga. Macam kelas Pertahanan Ilmu Hitam sekarang ini; padahal jujur ia mengharapkan seorang yang lain. Seorang yang tak begitu dikenalnya, mungkin lain asrama, yang tak akan menghajar Charlotte dengan buku semisal ia memantrai mereka dengan keterlaluan. Misal, memingsankan mendadak hingga si lawan tak ada persiapan dan jatuh membentur meja hingga kepalanya bengkak—siapa yang menjamin hal itu tak akan terjadi?
Tapi Dylan Klebold di hadapannya kini, dengan ancang-ancang siap memantrai dan dimantrai, pemuda itu bahkan menyuruh Charlotte bersiap.
Charlotte tersenyum masam sekilas, alisnya berkerut sejenak begitu sapaan Dylan mampir di telinga, sebelum akhirnya gadis itu meletakkan buku-buku yang didekapnya di atas lantai begitu saja. Menarik keluar batang Oaknya yang tersisip di balik jubah, gadis itu mengacungkannya ke depan wajah seorang Dylan Klebold.
"Halo, Dylan. Senang bertemu denganmu," sapanya basa-basi, seiring seulas senyum tercipta di bibirnya yang mungil. "
Ladies first, hm?
Expelliarmus," tukasnya tiba-tiba, dan dengan cepat sejurus cahaya keluar dari tongkatnya menuju Dylan Klebold.
Nah, andai mantranya benar, maka tongkat lawan akan terpental beberapa meter ke udara.