Minggu, 29 November 2009 03.46
Karnı Aç / III
Musim semi memang seharusnya diisi dengan keceriaan kan? Ya kan, ya?
(tersenyum)
Dan anggap semua orang di sini sedang bahagia karena musim semi, maka jangan salahkan Charlotte jika ia (dengan sengaja) salah menafsirkan rengutan Bradly dan tatapan jijik orang-orang yang masuk ke ruangan ini sebagai suatu penyimpangan dalam pengekspresian rasa senang. Anggap saja Charlotte terlalu naif, atau kelewat polos sampai goblok karena telah membiarkan para adam menyimpang dari orientasi mereka sebagai lelaki dan telah membuat ruangan restoran ini menjadi sebegitu tidak diminati orang-orang. Anggap ia bego, karena tidak menyadari hakikat laki-laki dengan celana dan sebuah ruangan untuk makan tak seharusnya menghilangkan nafsu makan—tapi siapa yang peduli? Ia memang si kecil brengsek yang hobi mempermainkan orangnya diawali dari memaksa sekumpulan lelaki menyumpal dada mereka agar lebih berisi, sebelum di masa depan tarafnya bertahap naik meski merangkak. Sampai mungkin suatu hari dia akan sampai ke tahap menginstruksikan orang untuk menyelipkan peluru di kepala demi kepala—yang takkan bisa dilakukan jika mentalmu selembek pangsit.
Mungkin kini manekinnya hanya Bradley Crook si boneka barbie pribadi milik sendiri, tapi di masa depan, satu atau dua lusin orang bisa saja mengikuti instruksi apapun yang ia lontar.
Tapi itu
nanti, suatu hari yang akan datang dengan sendirinya tapi bukan untuk diurusi saat ini. Sekarang, mari kita jalankan bisnis kecil rintisan sendiri yang kiranya akan memberi sedikit kesenangan dan keuntungan pribadi dari mempekerjakan orang. Awal mula, kita sebut saja bibit. Lihat kecambahnya yang muncul sedikit demi sedikit hm?
"Dawne, Czechkinsky, Thanatos, ikut aku," tukasnya sambil menjawil asal bagian tubuh manapun yang dapat ia raih dari ketiga pemuda yang berturut-turut datang, menginstruksikan mereka agar mengikutinya memasuki sebuah pintu kecil menuju ruang belakang. Sebuah ruang kecil di bagian belakang bar dengan penerangan seadanya dari lampu tempel di sudut dan bau apak memenuhi udara, ruangan itu berisi peti-peti kayu dan jerami tempat entah meletakkan apa milik Madam Rosmerta. Kedai minum ini miliknya setidaknya sampai malam berakhir, dan gudang sederhana ini akan jadi ruang ganti bagi mereka-mereka yang belum berubah wujud. Bukankah mereka tak boleh diketahui?
"Czechkinsky, betulkan bajumu seperti yang Bradly pake 'kay? Atau rokmu akan merosot dan aku tak mau tempat ini jadi tempat prostitusi. Dawne, Thanatos, pilih bajumu dan pakai, nanti akan kudandani kalian satu-satu." ia menunjuk-nunjuk beberapa tempat dengan jarinya, tempat tumpukan baju juga cadar dalam berbagai warna sebelum mengaduk-ngaduk kotak make upnya. Mengeluarkan beberapa peralatan juga segumpal bulu sewarna rambut. Ia berbalik dengan tatapan menimbang.
"Ada yang bisa membantuku memakai... err... kumis?" tanyanya sedikit ragu—oke, jangan salahkan kalau sedikit semburat merah jambu muncul di pipi.
Ngomong-ngomong, ada yang curiga tidak sih—
—ketika nantinya lelaki-lelaki itu tidak keluar lagi dari ruangan ini?